Franz Beckenbauer, Sosok Langka Pengubah Wajah Sepak Bola Itu Telah Berpulang

Kapten tim Jerman Barat, Franz Beckenbauer, mengangkat trofi juara Piala Dunia 1974 di Stadion Munich Olympic, Jerman, 7 Juli 1974. Beckenbauer yang pernah mengangkat trofi juara Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih telah meninggal dunia dalam usia 78 tahun, Minggu (7/1/2024).




Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola hanya dalam waktu kurang dari seminggu. Setelah legenda Brasil, Mario Jorge Zagallo, wafat pada Jumat (5/1/2024), sosok legendaris lainnya turut berpulang dan meninggalkan duka mendalam. Dia adalah Franz Beckenbauer (78), legenda Jerman yang telah meraih segalanya dan mengubah wajah sepak bola dengan interprestasinya.

Kepergian Beckenbauer pertama kali diumumkan melalui pernyataan keluarganya kepada kantor berita Jerman, dpa, dan kemudian dikonfirmasi oleh federasi sepak bola Jerman. Pernyataan itu tidak menyebutkan penyebab kematiannya. Namun, mantan bintang Bayern Muenchen ini telah berjuang dengan masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.

”Dengan kesedihan yang mendalam, kami mengumumkan bahwa suami saya dan ayah kami, Franz Beckenbauer, meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya kemarin, Minggu (7/1/2024), dikelilingi oleh keluarganya,” kata keluarga tersebut dalam pernyataannya.

Franz Beckenbauer merupakan sosok langka. Beckenbauer hanya satu dari tiga orang yang mengangkat trofi Piala Dunia sebagai seorang pemain dan pelatih. Dua orang lainnya ialah Mario Zagallo dan Didier Deschamps (Perancis).

Pesepak bola legendaris Jerman, Franz Beckenbauer, berpose di Paris, Perancis, dalam foto tanggal 21 Februari 1977. Beckenbauer yang pernah mengangkat trofi juara Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih telah meninggal dunia dalam usia 78 tahun, Minggu (7/1/2024).

Sebagai pemain, Beckenbauer mengantarkan Jerman Barat menyabet trofi Piala Dunia 1974. Lebih dari satu dekade kemudian, Beckenbauer kembali mengangkat trofi tersebut sebagai pelatih Jerman pada Piala Dunia 1990.

Kegemilangan Beckenbauer sebenarnya sudah terlihat sejak dia tampil di final Piala Dunia 1966 melawan Inggris. Pelatih Inggris saat itu, Sir Alf Ramsey, sampai memberi perintah khusus untuk Bobby Charlton agar menempel ketat Beckenbauer. Beckenbauer yang saat itu baru berusia 20 tahun juga ditugaskan untuk menjaga Charlton.

Alhasil, Beckenbauer dan Charlton secara efektif menjegal satu sama lain saat Inggris akhirnya menang 4-2. Namun, itu bukan pertemuan satu-satunya dua talenta hebat tersebut. Mereka bertemu dan menjadi tokoh kunci tim masing-masing di perempat final Piala Dunia 1970 di Meksiko.

Baca juga: “Kemurnian” Jerman dan Belanda

Inggris memimpin permainan, tetapi Charlton lantas digantikan setelah Beckenbauer membalaskan satu gol untuk menipiskan ketertinggalan Jerman Barat menjadi 1-2 dari Inggris. Namun, pergantian itu menjadi salah satu yang paling menentukan dalam masa pemerintahan Ramsey.

Arsip foto menampilkan legenda sepak bola Jerman, Franz Beckenbauer, bersama supermodel Jerman, Claudia Schiffer, saat konferensi pers di Zurich, Swiss, tanggal 5 Juli 2000. Saat itu Jerman mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006. Beckenbauer yang pernah mengangkat trofi juara Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih telah meninggal dunia dalam usia 78 tahun.

Ditariknya Charlton membuat belenggu Beckenbauer terlepas, yang menginspirasi kebangkitan Jerman Barat dengan kemenangan 3-2. Pada babak semifinal, Jerman Barat kalah 3-4 dari Italia. Akan tetapi, Beckenbauer kembali menjadi pusat perhatian karena bermain dengan menggendong bahu kanannya setelah mengalami dislokasi. Adapun kedua pemain pengganti telah dimasukkan.

Sebagai pemain di Bayern Muenchen, Beckenbauer memenangi empat gelar liga dan menjadi kapten dari tiga kemenangan Piala Eropa pada tahun 1974, 1975, dan 1976. Da juga memenangi Bundesliga bersama Hamburg pada tahun 1982.

Beckenbauer, yang bertugas sebagai bek, bermain 582 kali untuk Bayern Muenchen dan memenangi kompetisi papan atas Jerman sebagai pemain dan pelatih. Sebagai seorang pemain, dia juga terkenal berwibawa dan memiliki jiwa kepemimpinan sehingga memiliki julukan ”Der Kaiser” atau Sang Kaisar. Konon, julukan itu juga melekat karena kemiripan Beckenbauer dengan raja Bavaria, Kaiser Ludwig II.

Uli Hoeness, presiden kehormatan Bayern Muenchen dan mantan rekan setimnya, menggambarkan Beckenbauer sebagai sosok dengan kepribadian terhebat yang pernah dimiliki klub. Beckenbauer adalah pemain, pelatih, presiden, dan pribadi yang tak akan terlupakan.

”Orang bisa mengatakan mereka melihat sepak bola pada masa Franz Beckenbauer. Dia adalah teman saya, rekan yang unik dan hadiah bagi kita semua,” ujar Uli.

Dua legenda sepak bola dunia, Franz Beckenbauer dan Pele, menghadiri konferensi pers di New York, Amerika Serikat, dalam foto bertanggal 7 April 2006. Beckenbauer yang pernah mengangkat trofi juara Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih telah meninggal dunia dalam usia 78 tahun.

Ketika Franz Beckenbauer memasuki 
sebuah ruangan, ruangan itu menyala.

Kehilangan juga dirasakan pelatih Jerman saat ini, Julian Nagelsmann. Menurut Nagelsmann, Beckenbauer ialah pesepak bola dan pelatih yang berdiri di atas segalanya. ”Ketika Franz Beckenbauer memasuki sebuah ruangan, ruangan itu menyala,” ujarnya.

Manusia bebas
Satu hal lagi yang diingat Nagelsmann tentang sosok Beckenbauer ialah interprestasinya terhadap peran libero. Nagelsmann menuturkan, Beckenbauer mengubah permainan karena interprestasinya itu. Peran tersebut dan persahabatannya dengan bola menjadikan Beckenbauer manusia bebas.

Pada dasarnya, ”libero” yang diambil dari kata Italia memang berarti ”bebas”. Kata ini menggambarkan seorang pemain yang berperan sebagai pelindung di belakang garis pertahanan. Ini bukanlah konsep yang sepenuhnya baru dalam sepak bola pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an.

Namun, nyaris tak ada seorang pun yang bermain di posisi langka itu seperti Beckenbauer. Dengan visi, keanggunan, dan kemampuan menguasai bola, Beckenbauer dianggap sebagai pionir karena membawa elemen menyerang ke posisi outfield terdalam di lapangan.

Legenda sepak bola Jerman, Franz Beckenbauer, dalam arsip foto tanggal 20 Mei 2017, menghadiri pertandingan Liga Jerman antara Bayern Muenchen dan SC Freiburg di Muenchen, Jerman. Beckenbauer meninggal dunia dalam usia 78 tahun pada Minggu (7/1/2024).

Beckenbauer adalah orang yang memulai serangan untuk timnya, baik untuk Bayern Muenchen maupun Jerman Barat. Pemain kelahiran Muenchen ini akan berlari dari belakang dengan bola di kakinya. Atau, dia akan mengirimkan umpan panjang ke depan untuk rekan setimnya.

”Saat masih kecil, dia adalah pesepak bola asing pertama yang pernah saya dengar,” tulis mantan bek Inggris dan Liverpool, Jamie Carragher, di X, sebelumnya Twitter. ”Itu karena jika ada pemain yang mencoba bermain dari belakang, baik di level profesional maupun amatir, saya akan mendengar, ’Dia mengira dia adalah Beckenbauer’.”

Carragher menambahkan, ”Itu hanya menunjukkan dampak yang ia berikan pada permainan dunia dan bagaimana ia membantu mengubahnya.”

Baca juga: Saat Para Legenda Jerman Juara Dunia

Beckenbauer sebenarnya memulai kariernya sebagai gelandang tengah, posisi yang ia mainkan di final Piala Dunia 1966. Namun, sebagai seorang libero—atau beberapa orang menyebutnya sweeper—dia fenomenal lantaran kemampuan membaca permainan dan mengamati pemandangan di depannya.

”Dia pada dasarnya adalah seorang gelandang yang bermain di belakang dan dia membuatnya terlihat begitu mudah,” kata Paul Lambert, peraih Liga Champions 1997 bersama Borussia Dortmund, kepada BBC.

Legenda sepak bola Jerman, Franz Beckenbauer (kiri), saat bermain untuk tim New York Cosmos beraksi dalam pertandingan liga sepak bola MLS di East Rutherford, New Jersey, AS, dalam arsip foto tanggal 1 Mei 1983. Beckenbauer meninggal dalam usia 78 tahun, Minggu (7/1/2024).

Jika pemain seperti ini biasanya menjadi bek tengah dalam formasi tiga bek, Beckenbauer adalah salah satu dari dua bek tengah yang digunakan sebagai libero di belakang barisan tiga pemain Muenchen. Dia akan memilih momennya untuk melangkah keluar dan memperkuat lini tengah.

Peran tersebut telah hilang dari permainan saat ini, tetapi tetap ada pada bek tengah yang memainkan bola dalam formasi empat bek, seperti David Alaba di Real Madrid. Atau beberapa tahun yang lalu, peran itu dijalankan Rio Ferdinand di Manchester United.

Dengan apa yang telah ditorehkan Beckenbauer, wajar jika kemudian dia meraih segalanya. Selain trofi bersama klub dan tim nasional, dia juga meraih penghargaan Ballon d’Or dua kali (1972 dan 1976) dan menempati posisi kedua dalam pemungutan suara pada tahun 1974 dan 1975. Wajar jika kepergiannya memberikan duka, tak hanya publik Jerman, tetapi dunia.

Kesedihan dan kehilangan disampaikan legenda-legenda hidup sepak bola, mulai dari legenda Liverpool dan Skotlandia, Kenny Dalglish; kiper Inggris saat kekalahan adu penalti di semifinal tahun 1990 oleh Jerman Barat, Peter Shilton; serta mantan striker Inggris, Gary Lineker, yang bermain di Piala Dunia 1986 dan 1990.

Pesaing Bayern Muenchen di Bundesliga, Borussia Dortmund, juga mengatakan, mereka berduka atas kehilangan pesepak bola hebat Jerman. Dan, dunia setelah kepergian Beckenbauer, barangkali terasa seperti yang digambarkan Bayern Muenchen: ”Tiba-tiba menjadi lebih gelap, lebih sunyi, lebih buruk,” tulis Muenchen. (AP/REUTERS)

Sumber: KOMPAS


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel